Pengunjung ke 11289 sejak 14 November 2006
DISKUSI || KONTAK || EVENT || BERITAHU TEMAN || PETA SITUS || CHANGE TO ENGLISH
Senin 06 Sep 2010 16:19:07 GMT

CENDAWAN MUKA RIMAU

(Raflesia hasselti Suringar)

Jenis tumbuhan ini sangat langka dan bahkan tergolong endemik. Jenis ini sebenarnya bukan termasuk jenis jamur atau cendawan akan tetapi termasuk tumbuhan holoparasit, yakni tumbuhan yang sepenuhnya menggantungkan hidupnya pada tumbuhan lain untuk kebutuhan makanannya.

Sebagaimana anggota kelompok Raflesia, jenis ini tidak mempunyai klorofil, namun mempunyai akar isap (haustorium) yang berfungsi sebagai penyerap nutrisi yang dibutuhkannya. Raflesia hasselti hidup dengan cara menghisap sari-sari makanan dari liana Tetrastigma lanceolarium yang menjadi inangnya. Jenis ini tidak mempunyai daun, akar dan batang, tetapi hanya berwujud bunga yang menempel pada akar atau batang liana.

Siklus hidup Raflesia hasselti sangat lama. Diduga waktu yang dibutuhkan dari knop/kuncup awal (diameter 0,5cm) sampai knop siap mekar (diameter 18 cm) adalah 280 hari. Waktu untuk knop mulai mekar sampai mekar sempurna 1 hari (24 jam) dan bunga akan mekar dan kemudian membusuk selama 5-8 hari (waktu yang sangat singkat untuk menikmati keindahan bunga ini sebagai salah satu bukti kebesaran Tuhan). Dengan demikian total siklus hidup Raflesia hasselti dari knop awal sampai mekar sempurna dan akhirnya membusuk adalah 288 hari atau sekitar 9 bulan.

Pada waktu mekar bunga ini mempunyai diameter 20-50 cm dengan ciri khas adanya bercak-bercak putih memanjang yang lebih dominan pada permukaan diafragma bunga dan mengeluarkan bau busuk. Bau busuk akan terasa sangat tajam pada hari ke 2-3 sejak mekar, oleh karena itulah orang sering menyebutnya bunga bangkai.

Tumbuhan yang tergolong dalam famili Raflesiaceae dari divisio Spermatophyta ini termasuk vegetasi berumah dua (dioceos), artinya bunga betina dan bunga jantan terpisah pada individu yang berbeda. Biji sebagai alat perkembangbiakannya kemungkinan besar disebarkan oleh aliran air, angin, serangga tanah dan mamalia hutan yang berkuku, karena kuku mamalia hutan dapat menimbulkan luka pada liana dan membawa biji-biji Raflesia hasselti yang sangat kecil untuk menempel padanya.

Penyebaran Raflesia hasselti sangat dipengaruhi oleh penyebaran tumbuhan inang Tetrastigma lanceolarium dan faktor penyebaran biji. Berdasarkan hasil ekspedisi yang dilaksanakan oleh Balai TN. Bukit Tigapuluh, Fakultas Biologi UNRI, dan MAPALA OASIS pada bulan April 2003 ditemukan lebih dari 20 knop bunga Raflesia hasselti yang sedang mulai mekar di Dusun Tanah Datar, di tengah kawasan TN. Bukit Tigapuluh.



Diupdate oleh Staf TNBT pada Selasa 20 Oct 2009 pukul 00:00:00