|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengunjung ke 14874 sejak 14 November 2006
|
ANCAMAN UTAMA Perburuan untuk tujuan komersial, habisnya hewan mangsa utama karena perburuan berlebihan, dan kehilangan habitat adalah ancaman utama terhadap kehidupan harimau. Punahnya harimau di Jawa dan Bali karena pembukaan habitat yang menimbulkan fragmesi dan menyebabkan habitat tetpecah-pecah menjadi blok-blok dan kawasan kecil (<500 km), juga karena berkurangnya ungulata sebagai mansa penting karena penyakit dan perburuan yang berlebihan oleh manusia. Harimau ditembak atau diracun karrena dianggap hama ternak serta untuk memperoleh penghasilan (uang). Naiknya harga kulit harimau merupakan faktor penting dari penurunan jumlah harimau. Selain itu, tulang dan bagian tubuh lainnya digunakan dalam obat-obatan tradisional China dan Korea. Kehilangan habitat secara cepat telah terjadi di abad ini karena pertumbuhan dan penyebaran pouplasi manusia, perkampungan dan kegiatan. Tidak hanya habitat harimau yang secara luas telah dibuka untuk kebutuhan manusia, tetapi kehidupan liar lainnya juga telah terfragmentasi. Populasi harimau semakin terisolasi pada beberapa kawasan kecil sehingga terjadi penurunan genetik. Dengan demikian untuk menjaga kelestarian Harimau Sumatera tidak dapat mengandalkan pada kawasan/habitat yang kecil dan terisolasi. Daerah yang besar dengan habitat bergandengan adalah penting untuk menjamin kelangsungan hidup harimau liar untuk jangka panjang. Diupdate oleh Staf TNBT pada Selasa 20 Oct 2009 pukul 00:00:00 |